Pengusaha Sukanto Tanoto Mendorong Kemajuan Ilmu Kehutanan di Indonesia

Badan Pusat Statistik menyatakan luas hutan di Indonesia pada 2016 mencapai 124 juta hektare. Namun, luasnya dari waktu ke waktu semakin berkurang. Kondisi mengenaskan inilah yang mendasari pengusaha sukses Indonesia, Sukanto Tanoto, berupaya mendorong pengembangan ilmu kehutanan di negeri kita.

Pendiri grup Royal Golden Eagle ini mengetahui bahwa hutan memiliki peran besar bagi kesejahteraan wakyat Indonesia. Selain sebagai penjaga keseimbangan iklim, hutan dapat menjadi sumber kehidupan ekonomi.

“Separuh wilayah Indonesia atau sekitar 52,3 persennya adalah hutan. Ditambah lagi, hutan Indonesia kaya akan keberagaman sehingga 3,8 juta orang Indonesia menggantungkan hidup di sektor kehutanan,” ujar Sukanto Tanoto.

Ia tahu persis betapa besar potensi hutan di Indonesia karena terjun langsung dalam industri kehutanan. Perusahaan Sukanto Tanoto telah lama memanfaatkan hasil hutan untuk industri pulp and paper, serat khusus, maupun kayu lapis.

Namun, banyak pihak yang salah memahami industri kehutanan dengan baik. Banyak yang menyangka industri itu dijalankan dengan membabat hutan alam. Padahal, tidak seperti itu. Kuncinya sejatinya adalah pengelolaan hutan yang baik.

Salah satu contohnya adalah pemanfaatan area hutan tanaman industri oleh perusahaan Sukanto Tanoto. Mereka memiliki 290 hektare lahan hutan yang terbarukan. Pohonnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku, lalu pohon anyar ditanam supaya kelestariannya terus terjaga. Inilah salah satu contoh pengelolaan hutan yang baik.

Untuk bisa mengelola hutan dengan, peran ilmu kehutanan sangat besar. Ilmuwan kehutanan yang mampu memberi masukan terhadap manajemen hutan supaya bisa memberi manfaat ekonomi dan menjaga kelestariannya.

Akan tetapi, jumlah ilmuwan yang fokus terhadap ilmu kehutanan di Indonesia sangat minim. Tanoto Foundation yang didirikan Sukanto Tanoto memperkirakan hanya ada 401 orang di seluruh negeri pada tahun 2013. Kondisi inilah yang mendorong mereka berinisiatif mendirikan Tanoto Forestry Information Center di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pendirian Tanoto Forestry Center diharapkan bisa menggairahkan ilmu kehutanan di Indonesia. Pasalnya, di dalamnya tersedia beragam informasi lengkap tentang ilmu hutanan baik jurnal, video, hingga panel. Selain itu, di TFIC terdapat ruang serbaguna yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan apa pun.

Kepala Balitbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Henry Bastaman, menyambut baik kehadiran TFIC di Indonesia. Ia mengakui memang perlu ada kolaborasi dan sinergi antara pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah dalam mengelola hutan dengan baik.

“Selama ini masalah hutan sulit ditangani karena masyarakat tak memperoleh informasi yang lengkap tentang pengelolaan hutan di Indonesia. Padahal informasi akan memberi dukungan secara nyata bagi pengembangan dan pembangunan kehutanan,” ucap Henry

Oleh karena itu, kemajuan ilmu kehutanan memang sangat penting. Jika ilmu kehutanan bisa berkembang baik, maka industri kehutanan di Indonesia akan semakin maju. Ujung-ujungnya perekonomian bakal terdorong, dan kelestarian hutan yang diidam-idamkan dapat terwujud.

Related posts

Tinggalkan Balasan