Manfaat Penting Mengajarkan Anak Memasak

Manfaat Penting Mengajarkan Anak Memasak

Banyak orangtua merasa kehadiran anak, terutama anak kecil, di dapur hanyalah mengganggu. Atau mereka hanya ditugasi mencuci piring dan membereskan meja.

Banyak orangtua merasa kehadiran anak, terutama anak kecil, di dapur hanyalah mengganggu. Atau mereka hanya ditugasi mencuci piring dan membereskan meja. Sungguh anggapan yang keliru bila orangtua berpendapat bahwa dapur hanyalah tempat bagi ayah atau ibu! Dalam tayangan teve Junior Chef anak-anak berusia 8 sampai 12 tahun memperebutkan gelar juara memasak. Sangat mengagumkan melihat keterampilan mereka dalam mengolah bahan-bahan. Juga penyajian makanan setara dengan chef di restoran berbintang lima. Anak-anak itu pasti digembleng orangtuanya di rumah. Rata-rata mereka memasak 3 sampai 4 kali seminggu bagi keluarga mereka.

Apa saja manfaat dari mengajar anak-anak memasak?

1. Kegiatan yang berguna

Anak-anak sebaiknya tidak dibiarkan menghabiskan waktu mereka untuk video game atau menonton teve. Timbulkan minat mereka terhadap suatu hobi sejak kecil. Sebaliknya dari menyia-nyiakan waktu, ajarlah mereka sebuah keterampilan.

2. Menambah komunikasi

Seringkali dalam keluarga masing-masing anggota memiliki kegiatannya sendiri sehingga tidak ada interaksi di antara mereka. Dengan mengajarkan cara memasak anak dapat berbicara lebih banyak dengan orangtuanya. Kesempatan ini dapat dipakai untuk mengutarakan isi hatinya sehingga hubungan antara orangtua dan anak makin erat.

3. Mengenal makanan sehat sejak dini

Sambil mengajar memasak seorang ibu atau ayah dapat menerangkan mengapa makanan yang ini sehat, sedangkan yang itu tidak. Dengan demikian semenjak kecil anak-anak sadar dan memilih untuk makan makanan sehat.

4. Belajar menghemat

Dengan memasak sendiri, mereka tidak perlu sering-sering makan di luar dan ini merupakan penghematan besar. Cobalah berbagai resep yang dapat diperoleh dengan mudah dari internet. Bila ini resep baru bagi si ibu atau ayah, bersama anaknya mereka dapat memperoleh kesempatan untuk belajar bersama.

5. Berdikari

Bila ibu atau ayah sakit, anak dapat memasak sendiri sehingga mengurangi penderitaan orangtua yang ingin makan agak enak tetapi tidak berdaya untuk mengerjakannya. Kelak bila mereka sudah tinggal terpisah dari orangtua, mereka tidak lagi canggung menyiapkan makanan untuk dirinya.

6. Merintis karier

Keterampilan memasak merupakan persiapan untuk meniti karier yang bagus di masa depan seorang anak. Dia dapat bekerja untuk restoran terkenal, hotel berbintang lima, atau bahkan memiliki rumah makan sendiri.

7. Menjauhkan anak-anak dari pergaulan buruk

Dengan memberi mereka kegiatan yang sehat, anak-anak tidak akan terjerumus ke dalam pergaulan yang buruk. Mereka akan merasa lebih dekat dengan keluarga dan tidak perlu berkeliaran di jalan untuk mengisi waktu.

8. Menambah rasa percaya diri

Menguasai sebuah keterampilan membuat seorang anak merasa lebih percaya diri.

Selain mengajarkan cara memasak, ajaklah juga anak-anak berbelanja bahan-bahan untuk memasak. Dengan demikian mereka memahami bahan mana yang bagus dan mana yang kurang bagus. Misalnya ketika membeli ikan, tunjukkan kepada mereka bagaimana mengetahui ikan itu masih segar atau tidak. Jika bagian bawah kepala dibuka dan terlihat darah merah berarti ikan masih segar tetapi bila warnanya pucat berarti ikan sudah beberapa hari meninggalkan laut, kolam atau sungai. Begitu pula ajarkan cara memilih daging, ayam atau sayuran.

Anak perempuan atau anak lelaki dapat diajar memasak. Juru masak yang hebat seringkali adalah pria, tetapi bukan berarti tidak ada juru masak wanita yang terampil. Sebagai permulaan ajarkan masakan yang sederhana supaya anak-anak tidak merasa kewalahan. Mungkin untuk memancing hobi memasak mereka, anak-anak dapat belajar membuat jus atau kue kecil.

Related posts

Tinggalkan Balasan