Kesalahan Yang Sering Terjadi Ketika Menghukum Anak

Kesalahan Yang Sering Terjadi Ketika Menghukum Anak

Ketika kemurkaan anak terjadi, apakah Anda melakukan kesalahan ini? Tetap berkepala dingin, tetap konsisten, dan mencoba memahami mengapa makhluk kecil itu demikian frustasi.

Mata telah basah oleh air mata, dan mulut manis kecil itu sekarang menjerit di tengah-tengah lapangan parkir. Ledakan keras yang luar biasa itu keluar dari tubuh kecil di waktu yang tidak tepat. Sekarang Anda terpaksa menghukum dia dengan disaksikan oleh banyak orang.

Hebat.

Ketika anak lelaki atau perempuan kecil Anda memutuskan untuk melepaskan murkanya, jangan terperangkap kedalam 9 kesalahan menghukum berikut:
Pengabaian bukan suatu kebahagiaan

Apakah tangan-tangan kecil itu mengusap mata yang mengantuk karena belum tidur siang sebelum Anda pergi ke toko untuk membeli sesuatu? Mengabaikan kelelahan, lapar, dan sebagainya adalah resep untuk suatu bencana. Beberapa jeritan dan bentakan dapat dihindari sepenuhnya seandainya Anda mendengarkan tanda-tanda peringatan bahwa kemurkaan anak sedang bergolak jika tidur siang dilewati. Hanya karena Anda dapat melakukannya bukan berarti anak Anda pun sanggup.

Bertindak dengan cepat

Sementara Anda tidak menghendaki memberi petuah panjang lebar (lihat di bawah ini) sebelum menghukum anak Anda, Anda butuh memastikan bahwa anak Anda memahami mengapa perilaku mereka perlu diperbaiki. Perilaku Anda perlu menjadi rasional dan adil di mata Anda, dan mata anak Anda. Terlalu cepat menghukum menempatkan Anda dalam bingkai yang berbeda daripada jika seandainya Anda menyediakan waktu untuk berbicara tentang masalahnya sebelum menjatuhkan hukuman.

Berhentilah berbicara

Ya, anak Anda perlu memahami mengapa mereka dihukum, tetapi ketika air mata mengalir, kata-kata nampaknya tidak berguna sebanyak seperti pelukan. Berbicara dapat ditunda sampai semua pihak tenang, tetapi pastikan anak Anda merasakan kasih Anda dengan cara mengelusnya sambil menjelaskan secara singkat dan tegas mengapa mereka dihukum. Wejangan panjang lebar hanya akan menyiram minyak kepada api kemarahan sedangkan pelukan hangat membuat anak Anda menyadari bahwa mereka dikasihi.

Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga

Anak Anda dan Anda tidak berbeda ketika sedang murka. Kalau hal kecil saja telah membangkitkan amarah Anda, tenangkan diri agar tidak bereaksi berlebihan ketika anak Anda bermain dengan cat air dan kucing. Anda cenderung sama murkanya seperti anak Anda jika Anda kehilangan tidur siang, tidak istirahat, dan tidak makan. Di samping itu, tetap tenang akan membantu anak Anda tenang sebab tidak ada jeritan untuk menandinginya.

Merasa terganggu

Tidak ada salahnya merasa terganggu jika anak Anda mengabaikan Anda sebanyak 13 kali untuk berhenti melongok bayi Anda yang sedang tidur siang. Tetapi pastikan untuk memperhatikan bedanya antara menghukum karena merasa terganggu dan menghukum untuk meluruskan perilaku. Tentu saja Anda terganggu kalau anak Anda akan membangunkan bayi Anda sebelum waktunya, tetapi adakah alasan yang mendasari perilakunya yang perlu dibicarakan? (Lihat di bawah ini)

Akar suatu masalah

Mengapa anak Anda menolak memakai sepatu? Apakah itu suatu pergulatan kekuasaan? Apakah itu jeritan meminta tolong? Apakah itu caranya untuk mendapatkan perhatian? Menuntut agar sepatunya dikenakan dalam waktu 10 detik berikutnya tidak akan benar-benar menyelesaikan masalah. Menggunakan waktu sejenak untuk fokus pada komunikasi dan memahami akar masalahnya akan menghentikan murka anak yang mulai berkembang.

Bertentangan

Berusaha tetap konsisten dalam metoda menghukum adalah kuncinya. Jika anak Anda menyadari bahwa kadang-kadang Anda tidak menindaklanjuti ancaman Anda, maka tidak ada insentif yang sungguh-sungguh untuk berperilaku secara patut. Hukuman perlu disesuaikan dengan ‘kejahatan’ (lihat di bawah ini), tetapi pastikan Anda menentukan garis batas yang jelas sehingga anak Anda mengetahui dengan pasti di mana garis itu berada. Aturan yang asal-asalan dan kemudian menjadi serius merupakan resep membangkitkan murka anak karena dirasa tidak adil.

Adil sepenuhnya

Hukuman butuh sesuai dengan ‘kejahatan’ yang dilakukan. Ingatlah bahwa usia anak Anda sebelum menerapkan hukuman. Anak tetap anak! Mereka cenderung menertawakan Anda bila Anda kewalahan dan ingin melihat apa yang terjadi ketika mereka menjatuhkan telur dari balkon rumah. Meminta anak bertanggung jawab terlalu berat sesungguhnya tidak adil dan air mata mereka berusaha memberi tahu Anda akan hal tersebut.

Hindari ancaman dengan menghitung mundur

Menghitung mundur tiga kali memberi anak Anda peringatan bahwa hukuman akan diterimanya, tetapi mengapa tidak menggunakan cara lain? Menawarkan 2 pilihan (“Apakah kamu makan yogurt dengan pilihan rasa yang saya beli, atau kita pulang sekarang”) memberi anak Anda kesempatan membuat keputusan dengan risiko yang jelas. Anda tidak perlu menghitung mundur “dua … dua setengah … dua tiga perempat …”, dan tidak memberi kesempatan melakukan pilihan.

Sementara ada banyak jenis hukuman, yang paling penting adalah menggunakan luapan kemurkaan anak sebagai kesempatan untuk mengajar. Tetap berkepala dingin, tetap konsisten, dan mencoba memahami mengapa makhluk kecil itu demikian frustasi. Gunakan kesempatan ini untuk mengajar mereka bagaimana membuat reaksi, bagaimana memahami perasaan orang lain, dan berusaha memahami kedua belah pihak. Dibutuhkan lebih daripada sekadar kesabaran dan reaksi, tetapi itu akan membantu menghindari menyakiti perasaan dan penyesalan. Di atas segalanya, jangan lupa memperlihatkan kasih dan pemahaman, dan tetap tenang.

Related posts

Tinggalkan Balasan