Kecemasan Yang Dialami Istri Ketika Menjadi Ibu Baru

Kecemasan Yang Dialami Istri Ketika Menjadi Ibu Baru

Kecemasan tidak hanya dirasakan saat proses melahirkan. Ibu baru justru lebih mencemaskan kondisi saat setelah pulang dari Rumah Sakit.

Para ayah, tahukah Anda jika selain rasa bahagia para ibu baru juga memiliki banyak kecemasan? Rasa cemas yang muncul tidak hanya pada proses persalinan, tapi juga jauh setelah mereka kembali ke rumah bersama bayi yang baru lahir. Inilah beberapa hal yang perlu Anda ketahui, sebagai seorang suami, bagaimana kondisi istri yang baru saja menjadi seorang ibu.

Merasa tidak menarik

Saat mengalami kehamilan hingga melahirkan, tubuh wanita akan berubah sangat drastis dan tidak banyak yang sulit kembali ke bentuk semula. Apalagi setelah proses persalinan dengan perut yang masih membuncit dan berat badan normal yang belum kembali normal.

Hal ini dapat menjadi kecemasan baru bagi para ibu baru. Sebagai seorang suami, tetaplah berikan semangat dan dukungan pada istri Anda seperti apapun kondisi fisiknya. Puji ia saat sedang menyusui anak Anda, yakinkan bahwa perubahan bentuk tubuh tidak mengurangi rasa cinta Anda kepadanya. Justru Anda merasa bangga karena ia telah berkorban melahirkan buah hati Anda.

Ibu baru merasa takut

Merawat bayi baru lahir tentu menjadi kecemasan dan tantangan terbesar bagi seorang ibu baru. Hujanan komentar dan masukan dari lingkungan sekitar tidak hanya membantu tapi juga membuat mereka menjadi kebingungan dan takut untuk bertindak.

Berikan dukungan padanya, dan bantu ia melalui semuanya. Yakinkan bahwa dia mampu melewatinya dengan insting seorang ibu. Jangan lupa selalu dengarkan keluh kesahnya dan beri masukan positif.

Merasa defensif

Bukan saja masalah perawatan bayi yang akan menjadi kegalauan seorang ibu baru. Bagi ibu bekerja atau sedang melanjutkan studi, akan banyak sekali tantangan untuk kembali melanjutkan kegiatan mereka setelah masa cuti melahirkan berakhir. Seperti, mulai dari mencari pengasuh anak yang tepat, manajemen ASI perah dan pemberiannya pada bayi nanti. Tugas Anda sebagai seorang suami untuk memberi dukungan dan masukan terhadap apapun keputusan istri Anda. Yakinkan ia mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya dan bayi Anda.

Tunjukkan simpati Anda

Mereka menyadari kehadiran bayi baru akan mengurangi waktu istirahat mereka. Belum lagi kesulitan untuk mendapatkan waktu merawat diri seperti mandi dan bahkan kesempatan untuk makan. Mereka tidak dapat menyalahlkan si kecil akan kondisi yang dialami tersebut, sehingga terkadang ayahlah yang menjadi pelampiasan kekesalan mereka. Peluk istri Anda, dan tawarkan diri untuk membantunya menjaga anak Anda saat mereka beristirahat sejenak.

Ia akan sangat bahagia jika para ayah mau berperan serta dalam mengasuh dan merawat bayi, karena itu berarti ada ikatan emosional yang erat antara Anda, istri Anda dan buah hati kalian.

Butuh istirahat

Kebanyakan ibu baru yakin mereka dapat mengatasi segala urusan perawatan bayi hingga rumah tangga, walau tanpa bantuan asisten rumah tangga. Tentu saja kewalahan, namun tidak jarang mereka enggan mengeluh pada Anda. Jika dipaksakan, hal ini akan berakibat tidak baik untuk kesehatan mereka. Sebaiknya Anda lebih peka terhadap kebutuhan istri dengan memberinya waktu istirahat dan melakukan ‘me time’.

Tanyakan kebutuhan mereka

Terkadang ibu baru merasa mampu melakukan semuanya dan sulit mengungkapkan kendala yang mereka rasakan. Jangan biarkan istri Anda memendam bebannya dengan selalu menanyakan kebutuhannya. Berusahalah memenuhi kebutuhan tersebut agar ia bersemangat kembali.

Related posts

Tinggalkan Balasan