Tips dan Trik Memilih Deterjen Laundry

pict-of-deterjen-laundry-2

Mencuci adalah kegiatan yang hampir setiap hari dilakukan oleh wanita, tidak terkecuali juga pria. Apalagi untuk yang membuka jasa laundry, setiap hari tentunya disibukkan dengan mencuci. Salah satu hal pokok yang Anda butuhkan dalam mencuci baju adalah deterjen laundry. Jika tidak memilihnya dengan tepat, bisa jadi tangan Anda terasa panas karena tidak cocok dengan deterjen tersebut.

Lalu bagaimana cara memilih deterjen yang tepat untuk mencuci? Berikut kami berikan informasi mengenai deterjen yang sesuai dengan kebutuhan dan lembut jika digunakan.

Jika mencuci dengan mesin cuci

Jika mencuci dengan menggunakan mesin cuci, Anda bisa mencari deterjen laundry yang memiliki busa rendah dan juga mengandung alkali seperti Launsafe, Prosoak, Greenz-C, Active Blue-X, Oxy Bleach, Heavy Duty, dll.

Mengapa harus busa yang rendah? Sebab deterjen yang memiliki busa rendah akan mengangkat noda dari baju dan mengubahnya menjadi partikel berukuran kecil. Perubahan tersebut membuatnya menjadi kotoran yang bisa larut dalam air ditambah dengan pembungkusan oleh partikel kecil tersebut dengan bahan yang bermuatan sama dengan bahan maka kain tidak akan menjadi rusak.

Kandungan alkali pada deterjen, ini disebabkan karena daya kerja dari mesin cuci berbeda dengan pencucian dengan tangan atau manual. Nah kalau mencuci dengan cara manual atau tangan, daya kerja dari deterjen ini dibantu oleh tenaga kucek dari tangan tersebut.

Sedangkan untuk mesin cuci, ini tergantung dengan Rpm mesin dan teknologinya. Selain itu kualitas dan juga umur mesinnya. Jika menggunakan alkali, tentu daya cuci akan lebih bersih sebagai pengganti pencucian dengan menggunakan daya kekuatan tangan.

Jika mencuci dengan tangan atau manual

Nah jika Anda mencuci dengan tangan atau manual Anda bisa menggunakan deterjen yang memiliki busa sedang tetapi dengan daya cuci yang ekstra. Dengan deterjen yang memiliki busa sedang maka akan meringakan kerja Anda sebab busa jika terlalu banyak akan menghambat proses pembersihan.

Tetapi Anda juga harus bisa mengenal deterjen yang daya cucinya rendah. Nah untuk mengetahuinya rendam cucian dalam larutan deterjen selama 2 jam lalu ambillah air rendamannya dengan gelas. Jika deterjen yang memiliki daya cuci yang ekstra maka larutan deterjen akan berubah dari yang awalnya bening akan mengandung kotoran.

Selain itu carilah juga deterjen yang sedikit memiliki filler atau pengisi sebab bahan pengisi deterjen laundry biasanya memiliki bahan yang bisa membuat pakaian menjadi bau. Solusi lain Anda juga bisa menggunakan sour/neutralizer pada proses pembilasan atau melakukan ekstra pembilasan.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Related posts

Tinggalkan Balasan