Ciri Dan Perbedaan Antara Orang Sukses Dengan Orang Gagal

Ciri Dan Perbedaan Antara Orang Sukses Dengan Orang Gagal

Seseorang yang berpeluang sukses melihat ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang tidak akan pernah ada habis untuk dipelajari.

Banyak orang sukses dalam kehidupan ini, tetapi tidak sedikit pula yang gagal dan akhirnya terpuruk. Namun, tahukah Anda sebetulnya ada perbedaan yang mendasar antara orang sukses dan gagal. Apa sajakah itu? Berdasarkan situs lifehack, berikut 6 di antaranya:

Berpikir luas VS berpikir sempit

Setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda. Akan tetapi, ketika sedang dihadapkan pada sebuah permasalahan baru, akan terlihat kemampuan mereka menghadapi masalah tersebut. Seseorang yang berpikiran luas akan mampu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil tindakan seperti, berhati-hati, mempertimbangkan perasaan orang lain, meminimalisir resiko, dan sebagainya. Orang yang berpikiran sempit cenderung mudah menyerah, skeptis sebelum memulai, tidak mampu melihat sisi positif dari sebuah permasalahan dan sebagainya.

Terus belajar hal-hal baru VS merasa sudah tahu segala hal

Seseorang yang berpeluang sukses melihat ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang tidak akan pernah habis untuk dipelajari. Sementara mereka yang berpeluang gagal adalah yang cenderung malas belajar lagi dan sudah merasa diri cukup panda dan mengetahui segala hal.

Bekerja sama meraih keberhasilan VS meraih keberhasilan dengan kecurangan

Seseorang yang sukses menyadari bahwa keberhasilan tidak terjadi karena upaya diri sendiri melainkan karena adanya kerjasama dengan orang lain di sekitarnya. Mereka yang gagal kerap beranggapan bahwa keberhasilan hanya bisa diraih jika dia mampu menjatuhkan pesaingnya.

Memberikan kritikan dengan solusi vs memberikan kritikan tanpa solusi

Seorang pemimpin dikatakan berhasil jika mampu membimbing anak buahnya meraih keberhasilan, memberi kritik dan saran sebagai masukan yang dapat memotivasi anak buah untuk menemukan solusi demi perbaikan. Sosok pemimpin yang gagal adalah mereka yang mengkritik, tetapi tidak mampu memberikan solusi bagaimana untuk melakukan perubahan.

Memberikan ide-ide vs membicarakan kelemahan orang lain

Orang yang berhasil paham bahwa keberhasilan tidak bisa diraih dengan rasa iri. Ia akan selalu menawarkan ide-ide profesional dan cemerlang baik bagi dirinya sendiri ataupun rekan-rekannya. Sebaliknya, mereka yang gagal kerap memanfaatkan waktu yang ada untuk mengurusi orang lain dan membicarakan keburukan mereka tujuannya apalagi kalau bukan untuk menutupi kelemahan pribadi.

Mampu memaafkan kesalahan orang lain vs menyimpan dendam kepada orang lain

Orang yang sukses paham bahwa memendam kekecewaan dan kekesalan hanya akan menutup jalan untuk mencapai keberhasilan. Dengan memaafkanlah mereka akan dapat mengatasi kebencian. Akan tetapi, hal ini tidak dipahami oleh seseorang yang telah gagal mengatasi kebencian, sebab dalam hatinya hanya tersimpan dendam serta rasa benci kepada setiap orang.

Penyair dan penulis, William Arthur Ward, mengatakan “Maaf mengandung sebuah kekuatan yang sanggup mematahkan rantai kepahitan dan keterikatan pada sifat mementingkan diri sendiri.”

Oleh karenanya untuk meraih keberhasilan, perbaikilah setiap kegagalan dan kesalahan. Jangan pernah takut untuk gagal sebelum mencoba, jangan pula takut salah sebelum melangkah. Ingat, kesuksesan adalah milik mereka yang berani mencoba dan mencoba terus walau gagal. Belajar dari setiap kesalahan tersebut.

Related posts

Tinggalkan Balasan