Cara Mengajarkan Anak Agar Bijaksana Menggunakan Uang

Cara Mengajarkan Anak Agar Bijaksana Menggunakan Uang

Bentuk pola hidup anak agar bijaksana mengelola uang sedari kecil. Dengan menanamkan kebiasaan seperti menabung dan berhemat, anak Anda akan dapat belajar menahan diri dan pandai mengatur keuangannya sedari dini untuk bekal kehidupannya klak.

Bisa Anda bayangkan bagaimana jadinya kesejahteraan hidup buah hati Anda dimasa mendatang tanpa tahu cara mengelola keuangannya dengan baik. Sulit menabung, mengeluarkan uang tanpa perencanaan, semua dapat menyulitkannya kemudian hari kan? Oleh karenanya sebagai orang tua ayo mulai mengajarkan si kecil akan arti uang dan cara menggunakannya dengan bijaksana, lewat contoh dari para ibu hebat berikut ini.
1.Ajarkan dengan sistem upah

“Sering kali saat berpergian bersama anak saya, dia memaksa minta dibelikan macam-macam. Awalnya tidak tega, saya langsung menuruti semua keinginannya. Lama kelamaan ia jadi manja dan sering merengek untuk mendapatkan keinginannya. Akhirnya saya menyadari kebiasaan ini tidak baik untuknya kelak. Saya mencari solusi untuk membuatnya dapat mengerti bagaimana kita harus bersusah payah mendapatkan uang melalui kerja keras.

Saya mendapatkan ide memberinya sebuah misi untuk membantu saya setiap hari membersihkan rumah dan mengerjakan tugas sekolahnya sendiri. Sekali seminggu, saya akan memberikannya upah jika ia dapat menyelesaikan misinya dengan baik.” (Tara, 31 Tahun, Ibu Rumah Tangga)
Ajarkan dia berhemat saat berbelanja

“Buah hati saya (6) sudah cukup mengenal uang sejak dari umur 4 Tahun. Meskipun sering memberikannya uang untuk jajan atau ditabung, saya selalu khawatir nantinya ia tidak dapat mengelola uang dengan bijaksana. Saya kemudian berinisiatif mengajarkannya cara berhemat sejak kecil. Misalnya dengan cara mencatat keperluan sebelum berbelanja agar tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan.

Saya juga mengajaknya berbelanja di swalayan saat sedang banyak diskon atau membeli barang berkualitas baik dengan harga yang sedikit murah. Kebiasan ini pelan-pelan mengajarkannya untuk ikut berhemat hingga saat ini”. (Amalia, 29 Tahun, Ibu Rumah Tangga)
Menabung

“Saya khawatir anak saya hidup susah di masa yang akan datang, jika tidak bisa menyimpan uangnya dengan baik. Untuk itu saya mengajarkannya menabung sejak kecil. Saya selalu memberikannya uang jajan dan mengajaknya untuk menyisihkan uang jajannya setiap hari untuk ditabung.

Setiap tabungannya penuh, kami akan membukanya bersama-sama dan digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkannya. Namun saya memintanya agar tetap menyisihkan setengahnya untuk tabungannya yang lain di Bank. Saya memberi pengertian kalau ia memiliki tabungan masa depan di Bank untuk biaya pendidikannya nanti. Hal ini tidak hanya memotivasinya untuk menabung, tetapi juga mengajarinya tentang makna menabung itu sendiri.

Related posts

Tinggalkan Balasan